Tampilkan postingan dengan label Tougths. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tougths. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 April 2026

Helen's

Something haunts me... an old thought about the night before everything changes.
I wish I never had it. The memories still playin on my mind like tangled thread. Never ending playback. It's hurt to remember that feeling.

Seeing you for another time just make it worst than ever. Seems like I owe you - or - you owe me an apology?.

We are so fake to be seen.

We're just the top talent in Hollywood Drama's Industry, yet people rooting our name like A list celebrity on Coachella. I'm so embarrassed. I wish I could 'undo' that moment. It was not me after all. 

Another uncontrollable fear kinda season I think.

Jumat, 05 September 2025

Veranda

I saw the Unsee.
The truth that you never dream of.
The truth that never spoke.
E-v-e-r-ybody is liar.

Starting with a pure tears.
Becoming the worst nightmare.
It hunts us, or me actually.
Because you did it brutally.

Why pretending to be perfect?
While you are far from it.
Have you ever thought it?
When a lion crying in his rough life.

I saw the Unsee.
That you wouldn't be ready to hear.
It seems so near.
So prepare your ear.

Happier

Tangan kecil itu terus menarikku, langkahnya penuh semangat atas kehendaknya yang belum bisa dia utarakan. Senyumnya lebar selebar rasa sabarnya. Wajah tanpa dosa ini terus menatapku bagaikan dunianya, padahal duniaku sendiri sudah berantakan sejak bertahun-tahun yang lalu. Aku kembali mengikutinya, mengikuti segala inginnya, mengitari labirin yang hanya dia yang mengetahui jawabannya.

Apa kalian paham rasa bangga bercampur kecewa?

Seperti sesuatu sajak yang tak bisa ku artikan. Bait demi bait indah yang tidak terbaca, hanya kalimat tanya di akhir yang mampu ku cerna. Jangan lelah untuk dia.

Kan kuhadapi semuanya sendiri, karna seingatku saat aku kelas tiga SMP pun aku mengambil rapotku sendiri. Padahal kala itu aku juara ke-3 Ujian Nasional di kelasku. Jika diingat, mungkin seperti pertanda lama bahwa aku tidak harus merayakan segalanya.

---

Jika berbicara tentang sekolah jujur rasanya belum siap.
Karna akupun tak pernah jadi bagian dari itu.
Aku tidak sibuk mempersiapkan seragam untuk anakku, aku tidak sibuk mengurus bekal dengan bentuk bintang untuk anakku, aku juga tidak sibuk mencuci baju olahraga atau menemaninya mengerjakan PR di malam hari.

Topik yang berusaha aku tidak dengar saat teman sebayaku memikirkan jalan cerita panjang pendidikan anakknya kelak. Kerasku berusaha, mungkin ini memang belum giliranku.

Berbicara dengan orang 'sesama-ku' mungkin membantu, mendengar prespektif lain tentang pendidikan anak versi 'kami'. Namun menyaksikan kenyataan bahwa aku belum bisa semaksimal itu juga cukup menyedihkan. I wish I could. I wish I could help him...

---

Maybe in another life

I could sent him to the best School

I could pick him after his boxing practice

I could gave him the best lunch box every day

I could write a question for him to answer

I could spent the night talking about his future dream

I could teach him how to speak in English

I could teach him how to play drum

I could help him to choose what the best subject to be focused

I could fly away with him to Japan while his School Break

I could make him happier than today.....

---

Maka jika obatnya adalah bertukar jiwa, aku rela.
Jadilah dia hebat. Berlari kencang mengejar citanya. Menemukan cinta terbaiknya. Menjadi garda terdepan untuk keluarganya. Meninggalkan hal baik di dunia untuk akhiratnya. Serta.... melanjutkan mimpiku untuk menjadi Bahagia.

Senin, 01 September 2025

Narasi Demonstrasi

Sebuah fenomena nyata dimana ketidakadilan merajalela. Ada sosok si miskin dan si kaya, adapula sosok yang berada diatas bahtera sejahteranya, adapula yang masih memungut puing luka yang berhamburan. Perbedaan membuat sebuah standar yang sulit untuk kuterima. 

Mungkin saat ini, aku bak orang yang memegang papan besar meneriakan kesejahteraan yang sayangnya tulisan itu takan pernah bisa terbaca oleh mereka yang buta, selayaknya mereka membuat orang tak melihat kisah yang sebenarnya terjadi. 

Aku menangis tanpa bantuan gas air mata.

Aku terlindas, oleh kendaraan yang berjalan dengan bahan bakar ilusi semu yang mereka berikan.

Aku korban yang tidak akan pernah bisa media umumkan. 

Padahal inginku sederhana, bahkan Narasi Demonstrasiku hanya 3 kata.

Aku Ingin Bahagia.

------------------ dan jika aku tak bisa, bukankah seharusnya mereka juga?

Bolehkah aku menjarah beberapa lembar bajumu? bolehkah aku menjarah pajangan klasik yang ada di rumahmu? atau... bolehkah aku menjarah sebatang coklat yang ada di kulkasmu? Oh, bagaimana kalau aku menjarah sebagian waktumu?

Untuk menemaniku sekedar pergi ke dokter Gigi.

Untuk menemaniku sekedar mencari baju anak yang mulai kekecilan.

Untuk menemaniku sekedar membuka toko kue seperti citaku.

Untuk menemaniku sekedar menghadiri wisudaku.

atau...untuk sekedar menemaniku membeli sarapan makanan tradisional kesukaanku, bubur jenang di rumah makan khas Jogja.

--- Takan parnah mereka bisa menyanggupi, mengambil bahkan sebutir nasi dari piring makannya. Sesungguhnya mereka semua kelaparan, mereka rakus. Sibuk mengisi perut yang padahal sudah penuh.

Entah apa hukuman terberat untuk mereka yang seperti itu. Mungkin seumur hidup? 


Jumat, 01 Agustus 2025

Tak-kan memiliki cukup


August slipped away into a moment in time'Cause it was never mine

Sapaan hangat khasnya memanggil pelan sayup namaku. Samar ku dengar sebuah kisah pahit yang terus berulang, persis seperti jam yang tidak pernah berhenti. Ternyata duniaku memang sudah berantakan sejak Agustus entah beberapa tahun yang lalu.

Sebuah sebab akibat yang hadir tanpa pernah berkata pamit. Akupun menyerahkan diri begitu pasrah terhadap situasi yang mengendalikan ku. Jari jemari itu memang piawai menarik tali yang terhubung dikedua pergelangan tanganku. Tak bisa ku bergerak, hanya mempu mengikuti setiap tarian semu yang dihadirkannya.

AKU LELAH

Seperti teriakan nyaring yang tidak pernah ku dengar. Justru aku malah sibuk menangisi warna yang tak pernah kulihat diantara ribuan warna yang kumiliki berjejer rapi di lemariku.

Mungkin aku telah dibutakan, untuk berhenti melihat kebaikan. Mungkin pula aku hanya mampu mengartikan bahagia dalam ekspresi tangisan air mata yang seolah tak pernah habis. 

RAGA INI

Seolah rapuh tak mampu mengendalikan ketika sang ego mendominasi. Raga ini rasanya hancur, ketika menghadapi kenyataan dalam rangkaian kalimat penuh fakta pada koran yang terbit hari ini.

Ternyata aku bisa membacanya, namun hanya menolak untuk memahami.

MUNGKIN AKU

Yang selalu salah dalam memutuskan. Yang hanya melihat pantulan diri dalam cermin besar penuh goresan. Apakah memang ketika pecahan kaca yang terjatuh itu hanya bisa melukai siapapun yang berjalan diatasnya? Jawaban pasti.

TAK PERNAH PUAS. Tak-kan memiliki cukup.

Kamis, 03 Juli 2025

Rolling Action


Aku pernah melihat orang dalam versi terbaiknya. Seseorang yang bijaksana dengan pola pikir matang seolah siap menakhlukan dunia. Ketika orang tersebut berbicara, orang lain mengaguminya. Ketika orang tersebut mengemukakan pendapat, orang lain sepakat. Ya, tak ada yang bisa menampiknya.

Ada juga seseorang yang begitu aneh, membingungkan, seperti orang yang selalu tersesat.

atau...

Ada pula seseorang yang hidup sepertinya hanya menjalankan tugas yang diberikan, tanpa komentar ataupun sanggahan. Jadilah seperti yang terjadi.

Ternyata yang bijaksana itu belum tentu baik dalam menyusun kalimatnya. Bisa jadi juga, yang bijaksana nyatanya sedang membuat lobang besar dalam tapak demi tapak hidupnya. 

atau...

Bisa jadi yang tersesat justru ialah yang paling tau arah?
Bisa jadi dia mempersiapkan lebih matang agar tidak masuk kedalam jalan pintas yang nyatanya buntu?
Bisa jadi dia tidak dalam kebingungan, hanya sedang mengatur strategi besar dalam perjalanannya.

ah...

Lebih baik hidup hanya menjalankan peran yang diterima sajalah~

..." ucap seseorang dengan nada datar.

a...a... nyatanya orang itu selalu siap menghadapi gebrakan besar yang terus terjadi diharinya. Jika hidup hanya menjalankan peran, tentu takkan siap kita dengan dentuman-dentuman yang hadir diluar script.

Haha.. Kuakui memang orang-orang itu semua aktornya. Melakoni peran yang kontradiktif dalam setiap judul tayangan yang sedang diputar. Semua hebat, tapi tidak saat kamera tidak menyorotnya.

Sebentar ya... aku izin beli popcorn dulu :)

Halo Sang Pemenang

Kembali datang untuk menyakitiku. Apakabar mu? Tetap tertawa dalam masalah yang kau buat sendiri sepertinya memang ahlimu. Mungkin hingga detik ini bahkan kau tak sadari hujaman duri yang terus kau tebar kini semakin menodai.

Mungkin bagimu tak cukup rasanya membuatku menderita bertubi, nyatanya terus kau taburi garam dalam lukaku yang masih basah. 

1 tahun aku berdiam diri, mencoba mengartikan nasib yang kau coreng dengan jemari tanganmu sendiri. 1 tahun mungkin ku nanti matahari yang seakan berjanji untuk menerangi lagi. Nyatanya tak kudapat sinar itu, hanya api yang melahap habis kepercayaan ini.

Sepertinya menjadi dirimu begitu mudah.

Hanya perlu lari dan memenangkan marathon kehidupan penuh ambisimu. Naas, kau seret aku di dalamnya--- babak belurku hingga tak kuasa berdiri.

Jika hidupku adalah sebuah kompetisi, maka kau adalah kontestan yang paling kubenci.

Licik.

Munafik.

dan penuh Intrik.

Bahkan mungkin aku sudah menyerah jauh sebelum senapan angin meluapkan peluru nya. 

Nyatanya aku memang orang yang kau buat kalah. Menjalani hidup dengan sisa-sisa kerusakan fatal yang kau ulah. Kau cemari hatiku, perasaan hingga akal ku. Kau memang sejahat-jahatnya manusia.

Semua ini salahmu.

Kau menang pada pertandingan yang hanya kau dan egomu lakukan. Ya, kau juara 1 dan egomu setelahnya. Kau yang mendapat hadiah terbaiknya, yaitu penyesalan seumur hidup.

Selamat menuai bahagiamu dalam bentuk lara.
Selamat menerima mendali yang pasti akan mencekik dirimu perlahan. Aku yakin, kali ini tak akan ada yang mampu membantu.
Selamat pula atas garis finish yang kau tempuh, lucunya kau merasa menyelesaikannya padahal 1/4 lapangan pun belum sempat kau kitari.

Tentu aku tidak akan diam, kan ku kejar warasku tanpa kuindahkan setitik pun tatihmu nantinya. Halo sang pemenang, percayalah hidupmu takkan tenang.

Sabtu, 11 Januari 2025

Stoicism

"Stoikisme adalah aliran filsafat yang mengajarkan cara untuk mencapai kebahagiaan dan ketenangan hidup. Stoikisme mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati tidak bergantung pada faktor eksternal, melainkan pada bagaimana kita menyikapi dan meresponsnya".

Sebuah faham diatas mungkin sudah aku jalani selama ini, dimana aku tak bisa memilih dan bereaksi banyak tentang apa pilihan hidup yang datang. If people see me as dominant person, maybe it's totally wrong. What crash... crash... what sink and let it be sink...drowning in to the water. Bedanya mungkin aku tidak menjalani se ikhlas orang Yunani itu.

Sebenarnya mungkin aku juga tak mengerti apa kebahagiaan sejati itu?

Sekarang pertanyaan bergulir. Ibarat kata "kita tidak bergantung pada faktor eksternal, namun bagaimana kita menyikapi dan meresponnya?"........sebuah kalimat kontradiktif akhir yang membingungkan. Apa boleh dalam hal ini seorang "STOIK" lantang menyuarakan keinginannya selaras dengan merespon energy negatif dari eksternal?. Ataukah menjadi Stoik artinya kita harus menerima, merespon dengan lapang atau Vice Versa?

Hari itu aku mencoba, berinteraksi dengan Stoik yang halus mengutarakan keinginannya melalui boundaries yang ia bangun. Aku akui, kali ini bahkan walau tegas tapi tidak ada kalimat tuntutan dari mulutnya. Sepertinya.... orang Stoik faham betul cara untuk legowo merespon rejection yang khawatir ia dapati.

Sayangnya hari itu bukan saatnya. Aku menantang Stoik ini dengan kalimat yang luar biasa egoisnya. Kalimat gamblang yang sebenarnya aku sendiri pun terkejut saat mengutarakannya. Lalu bagaimana respon Stoik? apakah memang kebahagaiannya tidak dari faktor eksternal? Apakah hanya mengandalkan faham tersebut dia mampu menghandle emosinya? atau memang sejak awal ketika memutuskan untuk menjadi Stoik, orang-orang justru sudah mengubur dalam sesuatu dengan label "Emosi"?

Ini berputar di kepalaku. Mungkin jika di-analogikan, aku adalah Seorang Stoik (baru) yang tidak ikhlas, mudah menggerutu, terlalu banyak berfikir serta kritis. Hahaha ternyata aku tidak layak menyandang tittle ini. Terlalu berisik kepalaku untuk menampungnya.

Mungkin life begin at 40's?

atau mungkin aku sudah lama tidak hidup?

entah apapun kondisinya, yang pasti aku layak untuk memperjuangkan kebahagiaanku, kewarasanku, dengan cara terbaik dalam bentuk faham apapun....

Kamis, 01 Agustus 2024

Bitterlove

Sometimes life thought us about betrayal. A disappointment seems a friends to us because we are not center of earth. Not everything we want could we get, atau mungkin kadang harus merampas punya orang lain. Waktu yang kita miliki, materi yang kita hasilkan, atau bahkan kepercayaan yang kita berikan--dirampas oleh orang yang paling kita cintai.

Lagi-lagi harus menelan pil pahit dalam hidup. Tidak untuk dia yang sakit, tapi justru membuat yang sakit makin sakit. Dunia jahat, hanya doa ibu yang baik.

Kemudian kenapa kita harus mengalah untuk dunia? Jika dunia ini mengajarkan kita untuk bertempur, marilah berdarah bersama, toh kita akan sama-sama mati dan menderita kan?

Jika aku harus menangis, maka biarkan lawanku juga menderita. Bukannya ini adalah ujian untuk bertahan hidup? Kapan hidup itu adil jika hanya aku saja yang harus babak belur bahkan menanggung hal yang bukan aku penyebabnya.

Dunia Gila, atau orang di dalamnya mungkin yang Gila.

Aku menerima cinta dengan segala kurang lebihnya, namun jika cinta harus membunuh, maka biarkanlah aku yang jadi pembunuh di sisa waktuku yang sekarat ini. Justru seseorang yang menderita bisa mati sendiri, tapi apakah adil?

--- entah

Yang pasti selamat datang kembali dunia gelap ku. Mungkin.... July memang tidak pernah jadi bulanku, semoga seperti tahun lalu Bulan baik bersama Agustus datang dengan semangat bertahan hidup.

Jumat, 08 Maret 2024

I am unwritten

I can speak the words on your lips. 

Drench yourself in words unspoken.

Senin, 05 Februari 2024

Bon Appétit (2)

I saw u

Ur so fragile

The cold of ice seems hotter than u

Someone so lost to understand that live maybe that hard

Poor people, living in sky but buried down in ground

It must be hard for you

To saw me as your reflection

Just admit it

Its hurt right to call me the one that got away?

Better take that sad song called “chemistry” to wipe your long confession

Cause today I understand that we didn't need that

We just need a moment to think, that even though we are in one line doesn't mean we could go to the same way.

Cheers to tasteless drink and cold food. Finally...Bon Appetit!

 


Minggu, 04 Februari 2024

10:2

 

Dalam isyarat kepolisian kode 10.2 memiliki arti “dimana” atau pertanyaan posisi saat ini. 

Dimana?

Ini tempat favorit ku, beratapkan langit, tanpa pendingin udara, tempat ini sudah cukup sejuk untuk fikiranku yang berisik.

One of my friend sent me video https://vt.tiktok.com/ZSF8MjtSw/ It said that some of women could live in death (mind). And my friend said “Semoga Punol Sehat Selalu”

Ingin ku jawab, memangnya aku kenapa? Apakah orang dalam vidio itu aku? Memangnya fikiran apa sih yang selalu memenuhi otak ini?.

If I could scale it from one to ten, I surely had 0. I’m clueless, again. Like someone lost a direction but still heading North.

Di tubuhku, aku punya 10 semangat, I know it wrong, I know I might be suffering again and again. Tapi biarkan aku menikmati semangatku ini, dari pada aku harus membusuk sendiri dengan hati yang sudah lama tak kumiliki.

Dengan 2 pertanyaan yang tersisa. Bolehkah aku utarakan sekarang?

Apakah aku akan bahagia? atau apakah orang mati itu akan hidup lagi?


Selasa, 16 Januari 2024

Guess Me Not

I still figure it out when was the last time I felt this kind of feeling…

Is that love?

Did I love you?

I've tried praying but I don't know what you're saying to me…


You blew me out, brutally 

Like Im your 2am thought

Sadly you have more than enough time to think about another topics

I just a losing stars who try to light up the dark


But, I could see a big sky with you tho..

You even provide me a champagne supernova that I never been imagine before..

Then again, the fact is you own your universe that I enjoyed being in tiny space of it.


Either this a lovely poem or not, 

it will come in your point of view.

We are just Two of a kind

Could we find a way? Or will there be a way?

With all the things caught in my mind


All we seem to know is how to show the feelings that are wrong.

there's not a lot to say, guess me not?

Senin, 01 Januari 2024

Bon appétit!

Call me an angel but actually I'm a Silent Killer. You could die by seeing my Smile. Call me a devil but actually I'm your sweet dream....but still please prepare for the worst nightmare.

Deep down in my soul, I know I had that thing. I know I had that emotions. I just waiting for the best timing to set my revenge scene. People said that the very good revenge start with present the most delicious food in cold. Was everything alright? Would you like coffee or dessert too?

Speaking about food....

Oh Life...Do you remember how I warn you about my condition? that day I feel starving...and you bring me an Ice Cream, you even propose me with a special brew. That day I think we agree that everyone is happy. 

Until you give me a poison apple.... 

But don't worry, I've prepared the most delicious thing that you wouldn't miss a bite. Please enjoy my bunch of piece of disenchantment.

Sabtu, 04 November 2023

The Era's Tour Movie

Just finish watching The Era's Tour in theater yesterday. Bagi gue TS bukan hanya seorang idola, tapi juga role model. She just a definition of hardworker girl, she chasing her dream since 17yo, She even standing alone on her feet when her conflict with kadar-shit-an happend. 

Gue masih ingat bagaimana TS hilang dari peredaran, memilih untuk diam while everyone around the world mocking her and naming her Snake. Padahal, faktanya gak begitu tetapi dia rela mengalah dan diam, she postponed the album to make a new masterpiece to slap her rivals.

Memang the best revenge is being more greatful and shine brighter.  

Gue juga gak lupa kasus dimana seluruh master rekamannya -- herrrrrrrrrr voiceeeeeeeee di juallllllllll oleh Scooter Braun sehingga akhirnya TS gaboleh nyanyikan lagu-lagu lamanya, TS juga bahkan tidak mendapatkan royalti dari streaming lagu-lagunya. Tau gak dia ngapain, TS malah merekam ulang lagu-lagunya dan mengemasnya kembali menjadi album Taylor Version.

Is there any reason not to loving her?

GADA COY

TS was perfect. A mature girl with a mastermind. She kill them with kindness and that's the point. Bold that quote in the red underline. 

Dear mbak Taylor, makasi ya sudah menjadi role model di hidupnya mbak Punol.


Cucumber

Its funny how life can turn and spinning so beautifully when u trust in every step u take. I’ve been in that damn situation and now i feel thankfully by survived safely. 

Just thankyou my self, for making “your” own rainbow after big storm. I finally realized that its just me and always only me who can take “me” out of the storm.

….

And sometimes of course, I need something that makes me happy too like buying anything that i've never been dreaming of or simply just eating a cucumber. 

Again, life can be so easily if you want to :)

Cheers for many things ahead, pnl. You deserve to be happy.

Minggu, 10 September 2023

Sebuah utas tanpa jawaban

 


Bagaimana bisa diantara ribuan warna, orang bisa sama-sama memilih hijau?

Bagaimana bisa diantara banyaknya tujuan, orang bisa sama-sama memilih bercerita?

Bagaimana bisa diantara jutaan kemungkinan, hanya kita yang terpilih?


Jika ada tempat lain kenapa harus di sana?

Jika ada kesempatan lain kenapa bukan kesempatanku?


Selalu bertanya dalam sebuah situasi, yang hadir tanpa membawa maksud.
Hanya kecewa dan sebuah pengharapan manja yang tak terpenuhi mungkin menjadi akhir utas tanpa jawab ini. Marilah menjadi bijaksana dalam segala kebetulan ini.

Jumat, 01 September 2023

Sky

 


Langit, jangan bilang siapa-siapa ya kalau aku sering menangis di tempat ini.
Jangan bilang siapa-siapa kalau aku sering menuntut mu untuk menghapus air mata ini.
Jangan bilang siapa-siapa tentang bahasa yang kita punya. Ingat, hanya kita yang mengerti. Okay

Kemarin Bulan, sekarang Langit. Seolah punya banyak teman, padahal itu-itu saja.
You are mine to lose.

Gak apa.
Walaupun aku tidak bisa menggapaimu Langit, tapi kamu bisa meliatku dimanapun aku berada.
Langit besar, langit hebat, tetaplah berada diatas kepalaku, teduhkan aku dan jangan lelah melindungi ku.

Jangan lupa

This is somewhere only we know.
----

A Moonchild

 


Its was the end of August '23.
Hari pertama gue ngeliat Bulan sebesar ini. Begitu terang dengan sinarnya yang gak pernah menyilaukan mata, namun justru hangat seperti pelukan dari seorang sahabat. Begitu besar seperti hatinya.

Malam itu rasanya hanya gue bersama Bulan dan rasa bahagia juga lega, mungkin karna lahir sama saat bulan purnama? Full Moon? Fu....ll moon?

Apakah harus menunggu 10 tahun lagi untuk mengulang moment itu?

Terimakasih Bulan, malam itu lo ngajarin gue untuk feel the moment, kita tidak terburu-buru lho...
Terimakasih Bulan, rasanya benar-benar lega bisa liat sinar ini, moment yang langka, karna cuman datang di waktu-waktu tertentu.

Tapi

Gue sadar kok, selama ini Bulan selalu ada nemenin gue. Menyaksikan kisah hidup gue, walau dengan diam, Bulan selalu ada di kejadian-kejadian berat hidup gue (which is sering terjadi dimalam hari HAHA)

Kadang gue kasihan.

Jadi Bulan cape gak ya?
Terus memberi energy possitive untuk semesta, sementara kalau Matahari datang...orang akan lupa dengan Bulan. Padahal, Matahari hanya menemani saat terang, sedang Bulan ada disaat gelap.

Atau jangan jangan......

Bulan hanya memberikan sinarnya buat gue?
Gak gak... gak mungkin lah. Emangnya gue siapa? Yang punya semesta? Haha
Gue hanya orang biasa yang punya kesulitan mental. Si tukang overthingking yang problematic.

Mungkin gue akan selalu butuh Bulan, karna cuman dia yang ikhlas memberi pencerahannya buat gue walau Bulan diam--tapi gue tau Bulan ada.

-

-

Kembali ke moment langka ini.
Hanya gue bersama Bulan yang sangat spesial malam itu. 

Walls of insincerity, vanished when I saw you
I was wonderstruck, and I believe

I was enchanted to meet you

Terimakasih Bulan, the super blue moon. Gue terpukau by your natural shine. Gue senang gue bisa melihat hal indah malam itu, bisa menyerap kebahagiaan dalam ketenangan yang lo pancarkan. Gue akan selalu belajar banyak dari lo. I would be never worry again by making my own waves, because moon does this all the time. 

Please call me a moonchild.

and....until I see you again.
Semoga tidak harus menunggu 10 tahun lagi untuk gue mengulang kebahagian ini.

Sabtu, 26 Agustus 2023

Recurrent



Seperti Es Krim yang mulai meleleh, jiwa dinginku kian termakan waktu. 

Kenapa aku bisa egois ?
Kenapa aku harus merasa semua ini milik ku?

Padahal, tak ada yang benar-benar punyaku. Tak ada bagian untuk diriku sendiri, meskipun itu ragaku.

Kubiarkan rasa ini menang, atau hanya aku yang selalu kalah?

Yang jelas, hari itu aku kalah, lagi. Aku hancurkan lagi dinding yang sudah dibangun dengan keikhlasan, rusak menjadi puing kekecewaan. 


"Kamu memang pantas berantakan !"

Teriakan tajam yang menggema dikepala, teriakan 
yang keluar bahkan dari mulutku sendiri.

Sebuah kisah ironi dari aku yang sangat kelaparan,
namun kumuntahkan semua isi perutku.









Its Getting Worst? I hope not.