Sabtu, 01 Maret 2025

Endorphins

adalah sebuah alat bantu untuk membuat otak memproduksi hormon yang meredakan rasa sakit, panik, stress, serta memperbaiki mood. Ia kerap juga di sebut sebagai hormon baik, atau hari ini aku menyebutnya sebagai hormon bertahan hidup.


Aku menemukannya, dalam bentuk-bentuk lain, dicara-cara yang aneh serta unik. Kadang harus ku korbankan jari-jariku, air mataku, bahkan kadang kali seluruh jiwaku. 


Namun sayang, walau telah menemukan tapi aku tidak bisa berhenti mencari hal ini. Kembali ku korbankan isi jantungku, apa yang kumiliki, untuk apa yang tak akan pernah kumiliki.


Kembali dalam sebuah hal yang harus ada. Mengapa dunia hadir dengan begitu banyak warna? Kuning-Biru kemudian nyatanya di aduk menjadi Hijau, juga Putih-Hitam yang hadir menjadi ragu. 


Rasanya, aku ingin berhenti mencari tau, agar aku bisa bertahan hidup tanpa alat bantu apapun.



Sabtu, 11 Januari 2025

Stoicism

"Stoikisme adalah aliran filsafat yang mengajarkan cara untuk mencapai kebahagiaan dan ketenangan hidup. Stoikisme mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati tidak bergantung pada faktor eksternal, melainkan pada bagaimana kita menyikapi dan meresponsnya".

Sebuah faham diatas mungkin sudah aku jalani selama ini, dimana aku tak bisa memilih dan bereaksi banyak tentang apa pilihan hidup yang datang. If people see me as dominant person, maybe it's totally wrong. What crash... crash... what sink and let it be sink...drowning in to the water. Bedanya mungkin aku tidak menjalani se ikhlas orang Yunani itu.

Sebenarnya mungkin aku juga tak mengerti apa kebahagiaan sejati itu?

Sekarang pertanyaan bergulir. Ibarat kata "kita tidak bergantung pada faktor eksternal, namun bagaimana kita menyikapi dan meresponnya?"........sebuah kalimat kontradiktif akhir yang membingungkan. Apa boleh dalam hal ini seorang "STOIK" lantang menyuarakan keinginannya selaras dengan merespon energy negatif dari eksternal?. Ataukah menjadi Stoik artinya kita harus menerima, merespon dengan lapang atau Vice Versa?

Hari itu aku mencoba, berinteraksi dengan Stoik yang halus mengutarakan keinginannya melalui boundaries yang ia bangun. Aku akui, kali ini bahkan walau tegas tapi tidak ada kalimat tuntutan dari mulutnya. Sepertinya.... orang Stoik faham betul cara untuk legowo merespon rejection yang khawatir ia dapati.

Sayangnya hari itu bukan saatnya. Aku menantang Stoik ini dengan kalimat yang luar biasa egoisnya. Kalimat gamblang yang sebenarnya aku sendiri pun terkejut saat mengutarakannya. Lalu bagaimana respon Stoik? apakah memang kebahagaiannya tidak dari faktor eksternal? Apakah hanya mengandalkan faham tersebut dia mampu menghandle emosinya? atau memang sejak awal ketika memutuskan untuk menjadi Stoik, orang-orang justru sudah mengubur dalam sesuatu dengan label "Emosi"?

Ini berputar di kepalaku. Mungkin jika di-analogikan, aku adalah Seorang Stoik (baru) yang tidak ikhlas, mudah menggerutu, terlalu banyak berfikir serta kritis. Hahaha ternyata aku tidak layak menyandang tittle ini. Terlalu berisik kepalaku untuk menampungnya.

Mungkin life begin at 40's?

atau mungkin aku sudah lama tidak hidup?

entah apapun kondisinya, yang pasti aku layak untuk memperjuangkan kebahagiaanku, kewarasanku, dengan cara terbaik dalam bentuk faham apapun....

Rabu, 06 November 2024

Luka

 


Sebagai seseorang yang hidup dengan banyak luka jahitan dan goresan takdir, mungkin satu-satunya yang bisa kulakukan dalam hidup adalah menerima.

Menerima keadaan kalau memang luka ini harus ku balut sendiri. Bahkan seseorang yang berjanji di depan Tuhan saja tak mampu untuk mengobatiku—pun konyolnya padahal dia yang merobek ragaku begitu dalam. Aku mengumpatnya dengan kalimat terendah, karna kamu memang sepengecut itu.

Sedang aku apa?

Hanya terus menerima.

Menerima bahwa aku memang harus berjalan sendiri diatas tumpukan beling ini. Ada yang bernama “Tuntutan”, ada yang bernama “Karir”, ada pula yang bernama “Anak Spesial”. 

Karna ada yang lahir tanpa “Tuntutan” besar, hingga bisa tumbuh kenyang menghabiskan seluruh isi piringnya atau mungkin… ada juga yang hidup mengabaikan itu semua. 

Ada yang berlari kencang mengejar karir dan sampai. Ada pula yang harus terseok dan sampai di akhir. Tapi ada juga yang abai seolah tak perduli..toh akan tetap sampai karna sudah disiapkan KAPAL PESIAR dari orang tua.

Terakhir… ada yang bahkan membuang anaknya. Titipan yang hidup dalam hidupnya.

Semua dari mereka diatas berada di sekitarku. Orang-orang yang jarang merasakan luka sehingga tidak sadar melukaiku begitu dalam. “Hei aku sakit, paham?”.

Aku melewati ini semua sendiri walau diperjalanan kadang aku melewati bunga, namun sayang hanya mekar dimusim-musim tertentu. Bunga itu baik, selalu berupaya memberikan warna—tapi kembali dia punya tamannya sendiri untuk dimekari. Kadang aku juga ditemani burung yang berjanji akan mengangkat beban hidupku dengan kemampuannya yang stabil terbang di atas langit. Nyatanya itu hanya burung pemakan bangkai yang perlahan juga menggerogoti lukaku untuk bertahan hidup.

Kenapa aku begitu terluka? Apakah tangan kananku justru tidak tau kalau diam-diam tangan kiriku sudah menusuk ragaku sendiri?. 

Kamis, 01 Agustus 2024

Bitterlove

Sometimes life thought us about betrayal. A disappointment seems a friends to us because we are not center of earth. Not everything we want could we get, atau mungkin kadang harus merampas punya orang lain. Waktu yang kita miliki, materi yang kita hasilkan, atau bahkan kepercayaan yang kita berikan--dirampas oleh orang yang paling kita cintai.

Lagi-lagi harus menelan pil pahit dalam hidup. Tidak untuk dia yang sakit, tapi justru membuat yang sakit makin sakit. Dunia jahat, hanya doa ibu yang baik.

Kemudian kenapa kita harus mengalah untuk dunia? Jika dunia ini mengajarkan kita untuk bertempur, marilah berdarah bersama, toh kita akan sama-sama mati dan menderita kan?

Jika aku harus menangis, maka biarkan lawanku juga menderita. Bukannya ini adalah ujian untuk bertahan hidup? Kapan hidup itu adil jika hanya aku saja yang harus babak belur bahkan menanggung hal yang bukan aku penyebabnya.

Dunia Gila, atau orang di dalamnya mungkin yang Gila.

Aku menerima cinta dengan segala kurang lebihnya, namun jika cinta harus membunuh, maka biarkanlah aku yang jadi pembunuh di sisa waktuku yang sekarat ini. Justru seseorang yang menderita bisa mati sendiri, tapi apakah adil?

--- entah

Yang pasti selamat datang kembali dunia gelap ku. Mungkin.... July memang tidak pernah jadi bulanku, semoga seperti tahun lalu Bulan baik bersama Agustus datang dengan semangat bertahan hidup.

Jumat, 08 Maret 2024

I am unwritten

I can speak the words on your lips. 

Drench yourself in words unspoken.

Senin, 05 Februari 2024

Bon Appétit (2)

I saw u

Ur so fragile

The cold of ice seems hotter than u

Someone so lost to understand that live maybe that hard

Poor people, living in sky but buried down in ground

It must be hard for you

To saw me as your reflection

Just admit it

Its hurt right to call me the one that got away?

Better take that sad song called “chemistry” to wipe your long confession

Cause today I understand that we didn't need that

We just need a moment to think, that even though we are in one line doesn't mean we could go to the same way.

Cheers to tasteless drink and cold food. Finally...Bon Appetit!

 


Minggu, 04 Februari 2024

10:2

 

Dalam isyarat kepolisian kode 10.2 memiliki arti “dimana” atau pertanyaan posisi saat ini. 

Dimana?

Ini tempat favorit ku, beratapkan langit, tanpa pendingin udara, tempat ini sudah cukup sejuk untuk fikiranku yang berisik.

One of my friend sent me video https://vt.tiktok.com/ZSF8MjtSw/ It said that some of women could live in death (mind). And my friend said “Semoga Punol Sehat Selalu”

Ingin ku jawab, memangnya aku kenapa? Apakah orang dalam vidio itu aku? Memangnya fikiran apa sih yang selalu memenuhi otak ini?.

If I could scale it from one to ten, I surely had 0. I’m clueless, again. Like someone lost a direction but still heading North.

Di tubuhku, aku punya 10 semangat, I know it wrong, I know I might be suffering again and again. Tapi biarkan aku menikmati semangatku ini, dari pada aku harus membusuk sendiri dengan hati yang sudah lama tak kumiliki.

Dengan 2 pertanyaan yang tersisa. Bolehkah aku utarakan sekarang?

Apakah aku akan bahagia? atau apakah orang mati itu akan hidup lagi?


Selasa, 16 Januari 2024

Guess Me Not

I still figure it out when was the last time I felt this kind of feeling…

Is that love?

Did I love you?

I've tried praying but I don't know what you're saying to me…


You blew me out, brutally 

Like Im your 2am thought

Sadly you have more than enough time to think about another topics

I just a losing stars who try to light up the dark


But, I could see a big sky with you tho..

You even provide me a champagne supernova that I never been imagine before..

Then again, the fact is you own your universe that I enjoyed being in tiny space of it.


Either this a lovely poem or not, 

it will come in your point of view.

We are just Two of a kind

Could we find a way? Or will there be a way?

With all the things caught in my mind


All we seem to know is how to show the feelings that are wrong.

there's not a lot to say, guess me not?