Selasa, 11 Maret 2025

Perayaan Mati Rasa

 “Selamat atas kesuksesanmu, menerbitkan noktah baru dalam hidupku, lahir seperti perayaan mati rasa”

Sebuah tatap kosong memandangku dari pantulan cermin. Wajah manisnya tidak bisa membohongi fana nya dunia yang telah habis melahapnya. Dia tidak ketakutan, namun dia tak mampu bergerak banyak. Dia tidak lari, namun dia sebenarnya gelisah. Dia kebingungan, namun dia juga yang memberikan simpul panjang dalam rangkaian tali-temali pengikat lehernya.

Dia tertawa…atas segala ucapan yang bahkan dia tidak dengarkan. Dia menangis…atas segala kebahagiaan yang tidak dia rasakan.

Apakah Dia puas sudah begini?

Orang itu bahkan tidak bisa menjawab, jangankan itu, berbicara pun Dia terbata.

Sosok itu tak bisa ku kenali, entah siapa namanya, dari mana asalnya. Yang jelas Dia selalu menatapku dari pantulan cermin itu. Aku tidak bisa lari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar